Bagian Mobil Yang Paling Sering Diserang Karat

karatmobilSebenarnya mobil keluaran terbaru yaitu diatas tahun 2000, relatif tidak lagi membutuhkan anti karat tambahan. Tapi khusus Indonesia, hal ini menjadi pengecualian. Misalnya masalah cuaca dan kondisi jalan. Hujan-panas yang bertubi-tubi merupakan perubahan iklim yang bisa mempercepat timbulnya karat. Lalu kondisi jalan yang sering rusak, lobang sana sini menyisakan kerikl yang mudah membuat luka pada pada bodi mobil menyebabkan mudah merangsang karat untuk muncul. Lalu bagian mana saja sih di mobil yang paling rawat diserang karat? Apakah hanya bagian-bagian itu saja yang perlu dipasang anti karat?

  1. Kap/Atap Mobil. Ini adalah bagian yang paling sering terpapar panas dan hujan. Biasanya karat muncul pada sambungan-sambungan yang kerap menyimpan air akibat hujan atau pencucian yang tidak bersih. “Genangan air” tersebut yang menyebabkan karat tumbuh dengan subur.
  2. Bagian Kolong Bawah Mobil. Ini juga menjadi bagian mobil yang paling sering kena air, bahkan lumpur, air genangan air yang kotor atau bahkan air laut, air garam yang meluap misalnya. Makin sering terpapar air, makin mudah memicu timbulnya karat. Bagian ini mutlak harus dipasang anti karat.
  3. Spakbor. Hampir mirip bagian bawah mobil, tapi ini juga menjadi semakin mudah kotor karena menjadi area cipratan ban mobil ketika berputar. Terlebih bagian ini cukup tampak dari pandangan normal, maka pemasangan anti karat juga menjadi keharusan
  4. Bekas Lecet atau Luka pada bodi mobil. Karena lapisan terluarnya sudah mengelupas, maka dengan mudah memicu karat pada bagian logam. Memang sebaiknya jika ada bagian yang lecet hingga menyentuh permukaan logam harus langsung segera dilapisi ulang agar tidak memicu munculnya karat, walau sudah menggunakan anti karat sekalipun

 

Posted in tips.